Kamis, 13 November 2014

A come back

Terakhir ngepost disini sekitar bulan januari 2014 dan sekarang sudah bulan november, walaupun masih dalam tahun yang sama. Sejujurnya saya rinduuu banget menulis. Tapi entah kenapa makin kesini, makin susah memverbalisasikan apa yang terpikir dan terasa. But, i'll try.

Terakhir ngomong disini, saya baru saja selesai koas dan sedang mempersiapkan diri buat the ultimate exam to complete my study to be general practinioner, which i passed alhamdulillah. So now, i'm officially a doctor. General practitioner lebih tepatnya. Sekarang saya sedang menjalani program internship di Banten. Empat bulan di Puskesmas Rangkasbitung - Cisalam, delapan bulan di RSUD Malingping. Dan sekarang baru memasuki minggu ketiga di puskesmas by the way. Kenapa bisa sampe kesini? Ibu saya udah pengen banget saya bertugas di kampung ibu saya, yang mana adalah kota ini. This used to be a sleepy little town, but some things changed, but not that much anyway. Sebenarnya saya awalnya keberatan. Karena rasanya berat meninggalkan tempat yang sudah menjadi rumah saya selama enam tahun terakhir. Tetapi mungkin harus begini. Semuanya harus bergerak. Berpindah. Begitu juga saya. Mungkin ini saatnya.

Saya tidak merasa aneh sih disini. Sejak kecil juga banyak menghabiskan waktu di Rangkasbitung dan Malingping. Ibu saya cinta banget sama kampung halamannya. Selain karena semua sanak saudaranya sebagian besar ada di dua kota (kampung sih sebenernya) ini, dua kota ini tuh kaya punya nilai historis yang mengikat (setidaknya buat ibu saya). Adalah kebanggaan beliau jika salah satu dari anaknya bisa mengabdi disini. Jadilah saya berada disini. Nurut aja kata orangtua.

Beberapa waktu terakhir sebelum meninggalkan Medan, banyak momen-momen haru. Ya bayangin aja enam tahun harus ditebus dengan dua minggu sebelum pepindahan. Awalnya saya gak cerita ke sahabat-sahabat saya kalo saya bakal intern di Banten. Dan begitu dia tahu, kami nangis-nangis sambil pelukan. Aaahh rasanya memang haru sekali. Sampai ketika di bandara mau berangkat ke jakarta aja masih nangis-nangisan. Cengeng, i know. Tapi biarlah. Belum lagi pisahan sama tiga keponakan saya disana, abang dan kakak ipar, sekaligus mbak-mbak yang kerja di rumah. Dan sepanjang perjalanan menuju bandara air mata saya ngalir terus, sampe mata saya panas. Saya nyaksiin momen-momen lahiran dan tumbuh kembang tiga keponakan saya disana dan rasa sayang saya sama mereka, gatau mau dijabarkan dan definisikan seperti apa. Karena sekarang saya ga punya bandingan lain, mungkin rasanya kaya sayang ke anak sendiri. Rasanya ga relaaa gitu ninggalin mereka. Tapi saya tahu kok, saya bisa nengok mereka kapan aja. Dan itu saya tetapkan di hati, bahwa perpisahan ini hanya sementara.

Sekarang menginjak minggu ketiga tugas di Rangkasbitung, rasanya masih baik-baik aja. Hanya sedikit bosan. Dan sering merasa kesepian. Saya ngerti sekarang kenapa rutinitas kerja bisa membosankan. Saya gak rindu-rindu banget sih jalan ke mall atau nongkrong ngopi killing time. Tapi saya rindu punya temen banyak. Biasanya di Medan mau kemana aja kapan aja sama siapa aja gampang. Tinggal bbm atau line, send, lalu ketemuan. Just a button away. Not even a phone call away. Disini rasanya tidak. Sebagian besar waktu sendiri. Ada beberapa teman sesama intern memang, but things are a little bit different and i'm not complaining. I'm coping. Ini proses adaptasi saya tahu. Sekaligus proses pendewasaan, which is a never ending process anyway.

Pasien yang ditemuin di puskesmas macem-macem. Tapi memang variasinya tidak banyak. Tapi siapa yang bilang pasien puskesmas hanya pusing-pusing, keseleo, masuk angin? Tetapi memang jika penyakitnya tidak bisa diterapi di puskesmas harus rujuk ke rumah sakit. Hari pertama masuk puskesmas, semangat. Ah pasti hari ini ga ada kerjanya. Cnua perkenalan briefing ini itu, siang udah pulang. Begitu sampe puskesmas, perkenalan briefing dikit ini itu dan LANGSUNG NGISI BP (balai pengobatan). Lha. Tak kirain masih main-main hari pertama. Ya intinya di puskesmas itu kita belajar bekerja dengan kondisi yang pas-pasan. Sekalian promosi kesehatan ke masyarakat. Karena sejatinya program puskesmas yang utama adalah di bidang prevention yaitu promosi kesehatan.

Kalo melihat ke belakang, banyak hal yang terjadi. Banyak juga hal yang berubah. Dan hal-hal tersebut membuat saya tidak lagi sama. Tidak akan pernah lagi sama. Ada patah hati yang membuat kita semangat mencari. Ada patah hati yang membuat kita jera. Dan saya jera. Ada satu quote dari serial greys anatomy yang saya suka banget. Quote disitu bilang bahwa the future is ever changing. The future is home of our wildest fears and dreams and hopes. And no matter how much we try to figure things out, things will never cease to surprise you.

Satu tahun. Saya akan coba satu tahun. Setelah itu, hidup akan me-reveal semuanya. Kemana saya akan berpijak. Apa yang akan saya temui.

Namun, saya tidak bisa berhenti berharap. Akan hidup. Akan cita-cita yang selalu ada di kepala. Akan cinta.