Minggu, 31 Maret 2013

Selesai Public Health


Selesai Stase PH (Public Health), sekarang masuk Anestesi. Awalnya saya seneng banget dapet stase pertama di tahun kedua koas yaitu stase PH. Gitu ngejalaninnya, eh yaampun males amaaat. Pasalnya koasnya itu pindah-pindah kemana-mana. Di Dinas Kesehatan Provinsi, Dinas Kesehatan Kota, Puskesmas, Kegiatan UKS, Desa Binaan, Keluarga Binaan, Penyuluhan, Posyandu, dan yang terakhir di Kantor Kesehatan Pelabuhan Belawan.

Namun, begitu selesai melewati semuanya lalu melihat kembali ke belakang, aih begitu indahnya koas PH banyak haha hihi sana sini. Ya seperti biasa sih, sesuatu yang udah lewat itu akan nampak lebih berkesan begitu kita lihat ke belakang. Seperti biasa juga, stase pertama di tahun pertama maupun tahun kedua jadi semacam eye-opener. Saya masih inget pertama kali masuk stase Radiologi sebagai stase pertama di tahun pertama koas. Semua orang bilang stase radio itu santai. Tapi saya niat banget. Asli beneran. Belajaaarr mulu. Padahal ngga ngerti. Baca Buku Ajar Radiologi yang cover hitam terbitan FKUI itu tiap hari, dan sebagian besar ga ngerti maksutnya apa. Tapi tetep aja semangat. Ikut USG semangat, baca foto semangat. Sekarang kalo saya disuruh baca USG abdomen trus bedain mana pancreas mana gaster, ya agak-agak picing mata dulu deh bacanya ya haha. Yah itu sih uniknya. Bahwa perasaan ‘eager’ itu tidak kita temukan setiap harinya.

Stase PH itu lain. Beda dengan stase klinis lainnya. Kalo biasanya koas itu jaga di rumah sakit, terima pasien baru, periksa pasien, follow up pasien, laporan kasus, bimbingan, visite, jaga IGD, blablabla, kalo stase PH itu belajar dengan interaksi. Belajar dengan lihat-lihat dan banyak mendengar. Di stase PH ada desa binaan. Kebetulan kami kebagian di Kelurahan Kemenangan Tani, Kecamatan Medan Tuntungan. Disitu kita selama 2 minggu berkegiatan disitu terus. Keluarga Binaan, Penyuluhan, Posyandu. Disitu juga saya baru ngeliat di depan mata saya sendiri betapa banyak orang tidak seberuntung saya. I know, I know, this kinda stuff is totally familiar, dan media tv berlomba-lomba bikin reality show tentang hal kaya gini. Tentang rakyat miskin, tentang akses kesehatan yang hampir nol, tentang sanitasi yang buruk. Tapi pernah ga kalian dicurhatin sama satu warga sambil nangis-nangis, perkara dia punya penyakit kronis yang udah parah banget sampe jalan pun ngga bisa, ngga ada uang untuk berobat, ngga ada asuransi kesehatan, kerja sebagai pemulung, dan punya suami yang (menurut saya) mengabaikan istrinya? Saya satu kali dicurhatin kaya gitu. Sedihnya, saya juga ga bisa berbuat apa-apa buat ibu itu.

Awalnya sih saya mikir, aduh ilmu apa nih yang bakal saya dapet selesai stase PH? Tidak disangka ternyata banyak banget. Ga bisa saya sebutin satu-persatu, tapi yang paling berkesan itu waktu kami ke KKP (Kantor Kesehatan Pelabuhan) Belawan. I just found out that such thing exists! Saya baru tau ada ya yang namanya KKP, tugasnya ngapain, kerjanya apa. Saya juga berkesempatan ke Pelabuhan Belawan dan naik kapal KM KELUD, salah satu kapal PELNI yang mengangkut penumpang dengan rute Belawan-Batam-Tanjung Priok. Saya juga baru tau bahwa di dalam kapal tersebut juga ada polikliniknya. Saya ke navigasi, dan diajarin sistem navigasi sama nahkodanya (yang saya ngga ngerti juga, tapi lumayan ada gambaran). Experience.

Some knowledge, you feel the need to bend over backwards just to try learning it. Some knowledge, you don’t even realize you’re learning it. That’s a good kind of knowledge.

Kamis, 21 Maret 2013

Sayap di Masa Lalu



Malam ini saya malas cepat tidur, lalu memutuskan untuk merapikan dokumen-dokumen di laptop, mengingat bahwa memori hard disk saya sudah hampir habis. Ya apa salahnya menghapus data-data yang memang sudah tidak perlu supaya memorinya sedikit bertambah. Ternyata serapi apapun saya berusaha, memori yang tinggal hanya 5.36 GB.

Sambil merapikan semuanya, saya kembali melihat-lihat dokumen lama. Catatan lama, foto-foto lama, lalu semua memori kembali menerjang saya tanpa ampun seperti badai datang di awal musim hujan karena tidak sabar menanti berakhirnya musim kemarau.

Saya baru sadar, betapa berbeda segala sesuatunya sekarang dibanding hampir 5 tahun lalu ketika saya baru saja datang ke kota ini. Sendirian. Tanpa teman. Lalu mencari teman baru disini dari nol.

Saya baru sadar juga, bahwa sesekali saat kita melihat ke belakang lalu melihat segalanya sudah begitu berbeda, kita bisa menjadi bingung sesaat. Bahkan saya sempat tidak tahan melihat foto-foto tersebut, rasa geli dan sedikit ngeri muncul di dada. Tak disangka masa lalu bisa begitu menakutkan jika hanya dilihat dari satu sudut pandang. 

Siapa saya 5 tahun lalu?  By-the-freakin-way, ternyata saya 5 tahun lalu masih kurus, badannya kecil, agak lebih pendek daripada sekarang, dan tanpa seulas pun riasan di wajah. Di foto-foto tersebut saya terlihat sangat berani bergaya apapun. I mean, sekarang pun saya berani bergaya macem-macem di foto dan ngga takut malu atau jelek (well, lets face it saya juga ga begitu gimana banget haha). But that face in those photos, saya seperti “terbang”. Di langit. Mempunyai sayap. Ternyata 5 tahun belajar dan tumbuh dewasa telah mengikat kaki saya di tanah dengan tali-tali tak kasat mata.

Lalu aku melihat gambarmu. Lihat itu, lihat apa yang diperbuat waktu kepada kita. What a powerful thing time is. Without any doubt, it can transform anything into anything else we can and cannot imagine.

Saya ingin kembali ke 5 tahun lalu dan menjemput sayap yang dulu saya punyai, lalu memasangkannya pada punggung ini. Pada benak ini.
Pegang tanganku, kita kembali ke masa lalu lalu terbang dengan sayap itu, ya?

Rabu, 20 Maret 2013

Mind Trick


Saat ini sedang di Restoran cepat saji dan ditemani segelas Milo dingin dan bersama dengan beberapa teman koas sedang mengerjakan laporan ini-itu. Bosan, dan pikiran saya malah kemana-mana.

We often heard a mentalist says, “Empty your mind.” How do we do that? How can we empty our mind? Bagaimana caranya mengosongkan pikiran? Sedangkan saat tidak ada kerjaan aja pikiran saya selalu sibuk dengan ini-itu hal-hal yang ga penting. Sibuk menghayal, sibuk mengulang kembali suatu percakapan, sibuk mengulangi suatu kejadian, atau bahkan berlatih bercakap-cakap. How can we empty our mind?

Saya percaya banget bahwa benak ini tidak bisa kosong. Saya percaya banget bahwa segala sesuatunya yang pernah ditangkap oleh indera kita akan terus tersimpan di pikiran. Hanya saja, kadang kita suka sulit menggali kembali memori tersebut. Namun, saya percaya, sesuatu itu selalu ada, entah di sudut pikiran yang mana. Sesekali, pikiran tersebut muncul lagi di alam bawah sadar kita, sebagai mimpi.

Sulitnya lagi, saking luasnya pikiran kita, ada sudut-sudut yang tak kasat mata tempat pikiran-pikiran tersebut bersembunyi dari kita. Lalu kita menerjemahkannya sebagai “lupa”. Mind deceiving kalo kata papa saya. We are so twisted even our mind can deceive us. 

Senin, 18 Maret 2013

Mimpi


Mimpi itu aneh, kadang masuk akal, kadang engga. Mimpi yang saya maksud disini adalah the ones we have when we're asleep. Kadang merupakan gabungan dari beberapa cerita yang sebenernya ga nyambung tapi tetep aja disambung-sambungin. 

Tapi terkadang, if we're lucky enough, ada mimpi yang terdiri dari satu cerita indah yang saking indahnya sampe pas kita bangun tidur sambil senyum. Senyum di bibir, senyum juga di hati karena ngerasa bahagia banget dan ga mau melepas cerita mimpi itu. Bahkan untuk beberapa detik, kita masih merasa yakin kalo mimpi itu beneran terjadi. Saya bahkan masih inget mimpi yang pernah saya alamin yang berefek seperti itu. Ga usah diceritain detailnya yah.

Sayangnya, seringnya mimpi yang kita alamin itu ya yg absurd, terdiri dari beberapa cerita yang disambungin, agak aneh, dan seringnya kita udah lupa sebagian besar cerita mimpi tersebut pada saat kita bangun tidur. Dari keabsurdan jalan cerita mimpi tersebut biasanya ada satu scene atau satu potongan cerita yang bakal kaya "linger" around us bahkan untuk satu harian. Terkadang sebenarnya kita ga ingat juga itu scene bagian mana. Seringnya saya merasa kaya ada sesuatu yang membahagiakan, atau bikin perut serasa hangat, selama satu harian. Lalu saya mencoba mengingat2 mimpi semalam dan kira2 potongan cerita mana yang bikin saya merasa seperti itu.

Dari sekian banyak scene dalam mimpi, biasanya ada satu atau beberapa scene yang  bisa tetap 'linger' around us. A conversation, a handshake, a hug, a kiss, a cuddle, holding hands. 

I don't even have to know the rest of the story in my dream, when i know it's your hand that i'm holding. And i feel like i'm holding it right now.