Saat
ini sedang di Restoran cepat saji dan ditemani segelas Milo dingin dan bersama
dengan beberapa teman koas sedang mengerjakan laporan ini-itu. Bosan, dan
pikiran saya malah kemana-mana.
We often
heard a mentalist says, “Empty your mind.” How do we do that? How can we empty
our mind? Bagaimana caranya mengosongkan pikiran? Sedangkan saat tidak ada
kerjaan aja pikiran saya selalu sibuk dengan ini-itu hal-hal yang ga penting.
Sibuk menghayal, sibuk mengulang kembali suatu percakapan, sibuk mengulangi
suatu kejadian, atau bahkan berlatih bercakap-cakap. How can we empty our mind?
Saya
percaya banget bahwa benak ini tidak bisa kosong. Saya percaya banget bahwa segala
sesuatunya yang pernah ditangkap oleh indera kita akan terus tersimpan di
pikiran. Hanya saja, kadang kita suka sulit menggali kembali memori tersebut. Namun,
saya percaya, sesuatu itu selalu ada, entah di sudut pikiran yang mana. Sesekali,
pikiran tersebut muncul lagi di alam bawah sadar kita, sebagai mimpi.
Sulitnya
lagi, saking luasnya pikiran kita, ada sudut-sudut yang tak kasat mata tempat
pikiran-pikiran tersebut bersembunyi dari kita. Lalu kita menerjemahkannya
sebagai “lupa”. Mind deceiving kalo kata papa saya. We are so twisted even our
mind can deceive us.
Pelupa itu wajar kalau udah tua. Kalau masih muda gag bisa. Musti dilatihlah.. Tua. Ya masalah umur
BalasHapusPelupa itu wajar kalau udah tua. Kalau masih muda gag bisa. Musti dilatihlah.. Tua. Ya masalah umur
BalasHapusRestoram tu yg resoran lapang merdeka walk. Ya yg hotel aston.. Ga baca ya
BalasHapusHitel aston. Ada rumah sakit tentara
Remember.. Warning warning
BalasHapusRemember warning warning
BalasHapus