Rabu, 20 Maret 2013

Mind Trick


Saat ini sedang di Restoran cepat saji dan ditemani segelas Milo dingin dan bersama dengan beberapa teman koas sedang mengerjakan laporan ini-itu. Bosan, dan pikiran saya malah kemana-mana.

We often heard a mentalist says, “Empty your mind.” How do we do that? How can we empty our mind? Bagaimana caranya mengosongkan pikiran? Sedangkan saat tidak ada kerjaan aja pikiran saya selalu sibuk dengan ini-itu hal-hal yang ga penting. Sibuk menghayal, sibuk mengulang kembali suatu percakapan, sibuk mengulangi suatu kejadian, atau bahkan berlatih bercakap-cakap. How can we empty our mind?

Saya percaya banget bahwa benak ini tidak bisa kosong. Saya percaya banget bahwa segala sesuatunya yang pernah ditangkap oleh indera kita akan terus tersimpan di pikiran. Hanya saja, kadang kita suka sulit menggali kembali memori tersebut. Namun, saya percaya, sesuatu itu selalu ada, entah di sudut pikiran yang mana. Sesekali, pikiran tersebut muncul lagi di alam bawah sadar kita, sebagai mimpi.

Sulitnya lagi, saking luasnya pikiran kita, ada sudut-sudut yang tak kasat mata tempat pikiran-pikiran tersebut bersembunyi dari kita. Lalu kita menerjemahkannya sebagai “lupa”. Mind deceiving kalo kata papa saya. We are so twisted even our mind can deceive us. 

5 komentar:

  1. Pelupa itu wajar kalau udah tua. Kalau masih muda gag bisa. Musti dilatihlah.. Tua. Ya masalah umur

    BalasHapus
  2. Pelupa itu wajar kalau udah tua. Kalau masih muda gag bisa. Musti dilatihlah.. Tua. Ya masalah umur

    BalasHapus
  3. Restoram tu yg resoran lapang merdeka walk. Ya yg hotel aston.. Ga baca ya
    Hitel aston. Ada rumah sakit tentara

    BalasHapus