Weddings are, and always have been, overwhelming. You become overwhelmed with the beauty. Of the glowing happiness, inside and out. Of something strangely new and challenging. Satu hari saja yang bermakna berpindahnya segala fase hidup yang dijalani. Menandakan sebuah metamorfosis. Dan segala sesuatu yang bermetamorfosis umumnya menjadi lebih indah. Menurut saya.
Attending someone else's wedding makes you think of your own. If you're not married yet, it makes you wonder how yours would be like. Menurut saya, ada alasannya mengapa pengantin mempunyai singgasana khusus menghadap para tamu yang datang. Bukan, bukan karena mereka adalah raja dan ratu sehari. Namun, karena mereka adalah cerminan. Because weddings make you think of your own.
For those who got married today, i hope you will always be overwhelmed. Overwhelmed with joy and happiness. Overwhelmed with something to be grateful for, because for the first time in your life, you are absolutely and overwhelmingly not alone. Be grateful for those dreamy nights and cheerful days ahead of you. Be grateful, even when you're having a rough day, you can always come home to an open and embracing heart waiting for you.
Minggu, 12 April 2015
Jumat, 10 April 2015
To be whole and healed
Kelamaan ga nulis itu bikin otak beku. Trus lama-lama saya jadi bingung mau nulis apa. But let me start simple. Sekarang saya stase IGD di RSUD Malingping. Kebanyakan orang bakal gatau ini dimana. Let me just say, ini jauh banget dari Plaza Senayan. Ada yang lagi heboh sekarang. Dua hari lagi bakal ada hajatan sepupu saya nikah. Sepupu saya seumur sama saya. Trus pada suatu pagi perawat di rumah sakit bilang ke saya gini :
P : dok, denger-denger dokter Imy mau nikah ya?
I : hah? Kata siapa teh?
P : ih saya dengernya sih gitu dok..
I : ah belom kok.. Itu sepupu saya yang mau nikah. Saya belom..
P : trus dokter kapan?
I : kapan ya teh? (Senyum kecut)
P : emang dokter umurnya berapa?
I : dua-empat..
P : ih yaampun dook... (Nada meninggi, mukanya rada mengkerut-kerut)
I : yaampun kenapa teh? (Cengok)
P : UDAH DUA EMPAT KOK BELOM MAU NIKAH DOK?
I : (gua pura-pura kejang)
Gak lah, gak kejang tonik klonik. Cuma petit mal aja. HAHA GAK LAH.
One day you're seventeen. And you own the world. You rule your world. But then you blink, and suddenly you're twenty-four. Banyak orang ga sadar ini, tapi ternyata seiring dengan waktu bergulir, umur bertambah, banyak hal yang terlewati. Saat kita sibuk menjalani hidup, orang lain juga sibuk menjalani hidup masing-masing. Lalu semua hal yang tadinya terasa penting, menjadi tidak lagi penting. Tentang si ini si anu yang kuliah kesini kesitu, sekarang sudah menikah dan punya anak. Tentang tempat ini itu yang biasa kita duduk pulang sekolah makan roti bakar, ternyata sudah berganti menjadi tempat wisata high-end. Lalu kita? Kita berubah menjadi this whole different person. So different that if we look into the mirror, we'll start looking at someone else.
Tawa berubah menjadi senyum. Senyum berubah menjadi kerut. Dunia yang tadinya adalah milik kita bersama, sekarang masing-masing menciptakan dunianya sendiri. Lalu tenggelam di dalamnya. Seperti sibuk menggali ke dalam tanah, dan saat selesai menggali, dunia di atas sudah tidak lagi sama. The thing about growing up is that we get to experience things. Good things. Bad things. Terrible things. This is not something that anybody tells you, but once you pass those horrible things, you became somebody else. Some people who come out from those things are broken and forever left unmended. And once they're broken, the pieces don't completely fit anymore. So that's why we start searching for other things to glue the broken pieces together. To hold the picture from crumbling to pieces.
Some people found their pieces glued together perfectly with the help of others. Some people are left holed in the chest with nothing bleeds but feeling incomplete. Some people are happy the way they used to be. Some people are holding on to memories to keep them from being empty. Some people forgot to be happy they lost their way back to be happy again. But it is simply what everyone wants. To be whole and healed.
P : dok, denger-denger dokter Imy mau nikah ya?
I : hah? Kata siapa teh?
P : ih saya dengernya sih gitu dok..
I : ah belom kok.. Itu sepupu saya yang mau nikah. Saya belom..
P : trus dokter kapan?
I : kapan ya teh? (Senyum kecut)
P : emang dokter umurnya berapa?
I : dua-empat..
P : ih yaampun dook... (Nada meninggi, mukanya rada mengkerut-kerut)
I : yaampun kenapa teh? (Cengok)
P : UDAH DUA EMPAT KOK BELOM MAU NIKAH DOK?
I : (gua pura-pura kejang)
Gak lah, gak kejang tonik klonik. Cuma petit mal aja. HAHA GAK LAH.
One day you're seventeen. And you own the world. You rule your world. But then you blink, and suddenly you're twenty-four. Banyak orang ga sadar ini, tapi ternyata seiring dengan waktu bergulir, umur bertambah, banyak hal yang terlewati. Saat kita sibuk menjalani hidup, orang lain juga sibuk menjalani hidup masing-masing. Lalu semua hal yang tadinya terasa penting, menjadi tidak lagi penting. Tentang si ini si anu yang kuliah kesini kesitu, sekarang sudah menikah dan punya anak. Tentang tempat ini itu yang biasa kita duduk pulang sekolah makan roti bakar, ternyata sudah berganti menjadi tempat wisata high-end. Lalu kita? Kita berubah menjadi this whole different person. So different that if we look into the mirror, we'll start looking at someone else.
Tawa berubah menjadi senyum. Senyum berubah menjadi kerut. Dunia yang tadinya adalah milik kita bersama, sekarang masing-masing menciptakan dunianya sendiri. Lalu tenggelam di dalamnya. Seperti sibuk menggali ke dalam tanah, dan saat selesai menggali, dunia di atas sudah tidak lagi sama. The thing about growing up is that we get to experience things. Good things. Bad things. Terrible things. This is not something that anybody tells you, but once you pass those horrible things, you became somebody else. Some people who come out from those things are broken and forever left unmended. And once they're broken, the pieces don't completely fit anymore. So that's why we start searching for other things to glue the broken pieces together. To hold the picture from crumbling to pieces.
Some people found their pieces glued together perfectly with the help of others. Some people are left holed in the chest with nothing bleeds but feeling incomplete. Some people are happy the way they used to be. Some people are holding on to memories to keep them from being empty. Some people forgot to be happy they lost their way back to be happy again. But it is simply what everyone wants. To be whole and healed.
Langganan:
Komentar (Atom)