Last
night, I dreamt about you. I don’t know if it’s a dream or my mind just
wandered toward you. Rasanya sudah agak lama kutinggalkan rindu ini. Aku juga
bingung, jika betul aku rindu, kenapa perasaan ini seperti datang dan pergi
sesukanya?
Perkaranya
adalah aku menemukan suatu kebenaran tentangmu. Namun, semanis apapun kebenaran
tersebut, aku masih tak bisa menjamin hatimu tak bertuan. Kenapa aku begitu
takut menghadapi kebenaran yang sesungguhnya? Kebenaran hakiki. Apakah aku
takut begitu aku tahu kebenarannya, lalu perasaan ini akan pergi dan tak
kembali? Mungkin iya.
Pernahkah
kau mempunyai sesuatu yang begitu indah, namun rapuh, sampai kau sendiri takut
menyentuhnya? Takut karena disaat kau menyentuhnya, tiba-tiba semua elemen akan
runtuh menjadi abu. Mungkin begitu rasanya aku terhadapmu. Seperti sehelai
benang tipis yang siap putus kapan saja.
Tak terbayangku
jika perasaan ini pergi dan tak kembali. Lebih-lebih tak terbayangku jika
akhirnya perasaan ini kau sambut dan berakhir kau menerimaku. Membayangkannya saja
aku sampai merinding. Seolah, rinduku yang sudah mengerontang, kau sambut
dengan air bah. Seolah, perutku yang kelaparan, kau jamu dengan makanan terbaik
dari seluruh penjuru dunia.
Sesekali
aku masih melihatmu, dari kejauhan tentu saja. Karena otak ini dengan otomatis
memerintahkan diri bersembunyi ketika melihatmu di sudut mata. Aku pastikan,
kau tidak melihatku. Atau bisa juga aku berlari dari balik punggungmu agar kau
tak perlu tau ada aku melewatimu. Terkadang, itu sudah lebih dari cukup. Aku takut
jika aku harus menghadapimu sekaligus, tubuh ini akan menjadi kaku dan sejenak
benakku akan kosong.
Sifat
jarak yang hakiki adalah untuk memisahkan. Tak peduli satu uluran tangan, atau
satu sebrang lautan. Pada akhirnya, jarak yang membuat kita bisa bernapas lega.
Namun, jarak terkadang melelahkan. Karena mendera kita dengan perpisahan. Untuk
itu, kuminta janganlah terlalu jauh dariku.. Karena jarak yang ada sudah cukup.
Tak usah kau tambahkan dengan menjauh dariku. Biar perlahan aku mencerna
semuanya, dan berharap suatu hari ada tangan-tangan magis tak kasat mata yang
dapat menyatukan kita.
inni judull apa imy? skripsi bukann?
BalasHapusHantu kali. Hantu.. Kali aja dekett.. Perasaan aja. Mungkin krna glugur itu.
BalasHapusDari glugur dan krakatau ada bnyk pertigaan mmg. Glugur dan peringadii..peringadi terkenal
Mahal mmg
Kopernya satu aja.. Satu aja kopernya. Kmana rupanya
BalasHapus