Saya sudah masuk stase baru sekarang.
Anestesi dan Terapi Intensif. Tempo hari saat berkenalan dengan Abang-abang
PPDS Anestesi, masing-masing dari kami koas ditanya nama, stambuk (angkatan),
alamat rumah, pekerjaan orang tua, status, dan hobi.
Entah karena keterbatasan waktu atau
karena saya enggan terbuka, spontan saya bilang hobi saya nonton film. It’s not
that watching movies is not my hobby. It’s just that I have more hobbies than
just watching movies. I want to be able to say that my hobbies are reading a
really good book, writing what I have in mind, watching movies, and listening
to good music.
Ya kesannya sih gampang kalo bilang hobi
saya nonton film. Karena pertanyaannya akan berhenti sampai disitu. Saya ga
bakal diintrogasi lagi nonton film apa dimana sama siapa. Padahal dalam hati
ingin sekali berkata saya suka baca buku yang bener-bener bagus, dan saya suka
menulis. Tapi, nanti kalo ditanya suka nulis apa, saya harus jawab apa? Nulis galau?
Curhat? Blogging? Aduh keren amat sih kedengerannya. Padahal, all I ever do is
writing whatever resides in my mind. Ya termasuk juga sih nulis galau. Tapi,
kebanyakan adalah apa yang sedang berkecamuk di pikiran kok, apapun itu.
Ingin sekali saya bilang bahwa saya suka
baca buku. Contohnya buku karya Dewi Lestari, Andrea Hirata, A. Fuadi, Trinity,
J. K. Rowling, Haruki Murakami, Candace Bushnell, John Grisham, dan banyak
karya author lainnya yang masih ngatri di rak buku saya menunggu untuk dibaca. Tapi,
lalu saya takut dianggap anomali. Entah kenapa. Mungkin karena saya belum
bertemu banyak orang dengan hobi seperti saya ini. Kalopun ketemu, tidak setiap
saat saya bisa berbagi cerita.
Ingin sekali saya bilang saya suka dengar
musik. Musik dengan genre apa aja. Pop, rock, Britpop, punk, emo, jazz, easy
listening, sampai dangdut. Well, kecuali reggae dan metal. Aduh ampun, I simply
can’t stand those harmony. Kebanyakan adalah musik dengan lirik yang bagus. Lyrics
that I can relate to. Engga semua lagu cinta kok. Banyak juga yang lainnya. Hanya
saja, sesuuatu hal tentang cinta akan lebih mudah tersampaikan maknanya. Karena
cinta adalah bahasa universal kalo kata Glenn Fredly.
Tentang menonton film, don’t get me
wrong. I like watching movie very much. Menurut saya menonton film adalah cara
belajar yang termudah. Belajar tentang apa aja, tentang nilai moral, tentang
inspirasi, tentang pengalaman orang lain, tentang (lagi-lagi) cinta, sampai
belajar bahasa inggris lewat subtitle English di DVD.
Saya pernah baca kutipan dari seseorang
yang saya tidak ingat siapa, tetapi beliau berkata bahwa kita akan lebih mudah
mencari teman jika kita berusaha memahami interest mereka, rather than membuat
mereka memahami interest kita. But, I mean, it would be nice if someone tries
to take our interest, some other time :)
Saya pun suka nonton film. Tpi gak maksa. Yaa wajarrlah dia nanya stambuk. Angkatan. Biar gag sia sia. Wah hebat dong koas dan lulus kuliah
BalasHapusFilm marvel enak enak lho. Film super hero gitu..
BalasHapusKomik pun ada. Ada 6 atau 8 superheronya
Jk. Rowling dan novel lain juga di tuntut punya lembaran yg baik. Jk rowling harry pottrr. Harry poter penyihir
BalasHapusHarry potter
BalasHapus