Selasa, 02 April 2013

Hobi


Saya sudah masuk stase baru sekarang. Anestesi dan Terapi Intensif. Tempo hari saat berkenalan dengan Abang-abang PPDS Anestesi, masing-masing dari kami koas ditanya nama, stambuk (angkatan), alamat rumah, pekerjaan orang tua, status, dan hobi.

Entah karena keterbatasan waktu atau karena saya enggan terbuka, spontan saya bilang hobi saya nonton film. It’s not that watching movies is not my hobby. It’s just that I have more hobbies than just watching movies. I want to be able to say that my hobbies are reading a really good book, writing what I have in mind, watching movies, and listening to good music.

Ya kesannya sih gampang kalo bilang hobi saya nonton film. Karena pertanyaannya akan berhenti sampai disitu. Saya ga bakal diintrogasi lagi nonton film apa dimana sama siapa. Padahal dalam hati ingin sekali berkata saya suka baca buku yang bener-bener bagus, dan saya suka menulis. Tapi, nanti kalo ditanya suka nulis apa, saya harus jawab apa? Nulis galau? Curhat? Blogging? Aduh keren amat sih kedengerannya. Padahal, all I ever do is writing whatever resides in my mind. Ya termasuk juga sih nulis galau. Tapi, kebanyakan adalah apa yang sedang berkecamuk di pikiran kok, apapun itu.

Ingin sekali saya bilang bahwa saya suka baca buku. Contohnya buku karya Dewi Lestari, Andrea Hirata, A. Fuadi, Trinity, J. K. Rowling, Haruki Murakami, Candace Bushnell, John Grisham, dan banyak karya author lainnya yang masih ngatri di rak buku saya menunggu untuk dibaca. Tapi, lalu saya takut dianggap anomali. Entah kenapa. Mungkin karena saya belum bertemu banyak orang dengan hobi seperti saya ini. Kalopun ketemu, tidak setiap saat saya bisa berbagi cerita.

Ingin sekali saya bilang saya suka dengar musik. Musik dengan genre apa aja. Pop, rock, Britpop, punk, emo, jazz, easy listening, sampai dangdut. Well, kecuali reggae dan metal. Aduh ampun, I simply can’t stand those harmony. Kebanyakan adalah musik dengan lirik yang bagus. Lyrics that I can relate to. Engga semua lagu cinta kok. Banyak juga yang lainnya. Hanya saja, sesuuatu hal tentang cinta akan lebih mudah tersampaikan maknanya. Karena cinta adalah bahasa universal kalo kata Glenn Fredly.

Tentang menonton film, don’t get me wrong. I like watching movie very much. Menurut saya menonton film adalah cara belajar yang termudah. Belajar tentang apa aja, tentang nilai moral, tentang inspirasi, tentang pengalaman orang lain, tentang (lagi-lagi) cinta, sampai belajar bahasa inggris lewat subtitle English di DVD.  

Saya pernah baca kutipan dari seseorang yang saya tidak ingat siapa, tetapi beliau berkata bahwa kita akan lebih mudah mencari teman jika kita berusaha memahami interest mereka, rather than membuat mereka memahami interest kita. But, I mean, it would be nice if someone tries to take our interest, some other time :)

4 komentar:

  1. Saya pun suka nonton film. Tpi gak maksa. Yaa wajarrlah dia nanya stambuk. Angkatan. Biar gag sia sia. Wah hebat dong koas dan lulus kuliah

    BalasHapus
  2. Film marvel enak enak lho. Film super hero gitu..
    Komik pun ada. Ada 6 atau 8 superheronya

    BalasHapus
  3. Jk. Rowling dan novel lain juga di tuntut punya lembaran yg baik. Jk rowling harry pottrr. Harry poter penyihir

    BalasHapus